
Kerinci, [21/01] – Dalam upaya mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel, MTsN 5 Kerinci telah resmi membentuk Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penetapan tim ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan madrasah untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari praktik-praktik korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan penetapan tim ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, Kepala TU, Wakil kepala madrasah, Staf dan Perwakilan dari beberapa guru. Kepala Madrasah Hardial S.Pd.I M.Pd.I, selaku pemimpin rapat menyampaikan sambutan yang penuh semangat. Beliau menegaskan pentingnya pembangunan Zona Integritas sebagai komitmen MTsN 5 Kerinci dalam mewujudkan visi madrasah yang lebih baik.
“Pembentukan Tim Zona Integritas ini merupakan langkah strategis kita untuk mewujudkan tata kelola yang baik dan bersih. Dengan adanya tim ini, diharapkan kita dapat bekerja sama secara sinergis dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan yang mendukung tercapainya predikat WBK dan WBBM,†ujar Hardial.
Tim Zona Integritas MTsN 5 Kerinci terdiri dari berbagai unsur, mulai dari pimpinan, staf dan perwakilan guru, memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Secara garis besar, tugas pokok tim ini adalah:
1. Perencanaan, Menyusun rencana kerja yang komprehensif dan realistis dalam rangka mencapai target pembangunan ZI.
2. Pelaksanaan, Melaksanakan berbagai kegiatan yang telah direncanakan, seperti sosialisasi, pelatihan, dan monitoring evaluasi.
3. Koordinasi, Membangun koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholder, baik internal maupun eksternal.
4. Pelaporan, Menyusun laporan secara berkala mengenai progress pembangunan Zona Integritas.
Dengan terbentuknya tim ini, diharapkan MTsN 5 Kerinci dapat mencapai target pembangunan Zona Integritas dan meraih predikat WBK dan WBBM dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, dalam perjalanan menuju tujuan tersebut, tentu saja akan ada berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Salah satu tantangan yang paling utama adalah mengubah mindset dan budaya kerja seluruh civitas akademika. Membangun budaya integritas dan pelayanan prima membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Selain itu, keterbatasan sumber daya juga menjadi kendala yang perlu diatasi.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak. Mulai dari pimpinan madrasah, guru, staf, siswa, hingga orang tua dan masyarakat. Semua pihak harus terlibat aktif dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan Zona Integritas.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, MTsN 5 Kerinci optimis dapat mewujudkan cita-cita menjadi madrasah yang bersih, melayani, dan berprestasi.
Aya
|
799x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...