
Dalam sebuah ceramah agama singkat berdurasi sekitar tujuh menit, Selasa (11/03/2025) Buya Deki menyampaikan materi penting mengenai ciri-ciri manusia yang puasanya berpotensi tidak diterima oleh Allah SWT. Ceramah yang disampaikan di Hall MTsN 5 Kerinci tersebut menarik perhatian para jamaah yang hadir. Buya Deki menekankan bahwa ibadah puasa, meskipun merupakan rukun Islam yang wajib, tidak secara otomatis diterima begitu saja tanpa memenuhi syarat dan menjauhi larangan.
Buya Deki menjelaskan bahwa salah satu ciri utama manusia yang puasanya bisa tertolak adalah mereka yang tidak meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat. Beliau menyoroti bahwa puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang menjaga lisan, perbuatan, dan pikiran dari hal-hal yang dilarang agama. Orang yang masih melakukan ghibah, berkata kotor, berbuat curang, atau melakukan perbuatan haram lainnya, menurut Buya Deki, akan membuat esensi puasanya hilang.
Lebih lanjut, Buya Deki juga menyinggung tentang pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Beliau menyampaikan bahwa orang yang masih memiliki masalah atau permusuhan dengan orang lain dan tidak berusaha untuk menyelesaikannya, juga termasuk dalam golongan yang puasanya berisiko tidak diterima. Buya Deki mengingatkan bahwa Allah tidak akan menerima ibadah seseorang yang masih menyakiti atau mendzalimi sesamanya.
Selain itu, Buya Deki menekankan pentingnya ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa. Beliau mengingatkan agar puasa dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat oleh orang lain. Riya atau pamer dalam beribadah dapat merusak pahala puasa dan bahkan bisa menjadi penyebab amalan tersebut tidak diterima. Buya Deki mengajak para jamaah untuk selalu introspeksi diri dan memurnikan niat dalam beribadah.
Ceramah singkat Buya Deki ini memberikan pencerahan penting bagi umat Muslim mengenai esensi dan tujuan dari ibadah puasa. Beliau mengingatkan bahwa puasa yang diterima oleh Allah adalah puasa yang dilakukan dengan penuh kesadaran, menjauhi segala larangan-Nya, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan dilandasi dengan keikhlasan. Pesan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk memperbaiki kualitas ibadah puasanya agar mendapatkan ridha Allah SWT. (Aya)
|
442x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...