
KERINCI [08/01] Suasana di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci tampak berbeda pada siang hari ini. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kerinci sejak pagi tadi membawa perubahan suhu yang signifikan, mengubah teriknya matahari menjadi hembusan angin yang sejuk dan menenangkan di seluruh lingkungan madrasah.
Gumpalan awan mendung yang menyelimuti langit Kerinci sejak pukul 11.00 WIB akhirnya menumpahkan airnya dengan intensitas tinggi tepat saat jam pelajaran terakhir hampir usai. Bunyi rintik hujan yang menghantam atap gedung madrasah menciptakan harmoni alam yang syahdu, memberikan rasa nyaman bagi para siswa dan tenaga pendidik yang berada di dalam kelas.
Kondisi ini disambut baik oleh seluruh warga sekolah. Setelah menjalani aktivitas belajar mengajar yang cukup padat sejak pagi, udara dingin yang dibawa oleh hujan seolah menjadi obat penghilang lelah. Para siswa nampak lebih rileks, menikmati pemandangan taman madrasah yang terlihat lebih segar dan hijau tersiram air hujan.
Menjelang masuknya waktu Sholat Dzuhur, suara adzan mulai berkumandang dari pengeras suara mushalla madrasah. Meski hujan masih turun dengan lebat, semangat para siswa untuk menunaikan kewajiban tidak surut. Mereka dengan tertib keluar dari ruang kelas, berjalan menyusuri selasar gedung menuju tempat wudhu dengan langkah yang tenang.
Air wudhu yang terasa dingin di kulit seolah menambah kekhusyukan para siswa dalam bersuci. Beberapa guru nampak memberikan arahan agar siswa tetap menjaga kebersihan dan berhati-hati saat berjalan di lantai yang sedikit basah akibat percikan air hujan. Disiplin tetap terjaga di tengah suasana alam yang berubah syahdu.
Di dalam Mushalla, aroma tanah yang basah dan hawa sejuk yang menyelinap melalui jendela-jendela yang terbuka menciptakan atmosfer yang sangat mendukung untuk beribadah. Shaf-shaf mulai terisi penuh oleh siswa laki-laki dan perempuan yang telah mengenakan perlengkapan sholat lengkap, siap menjalankan ibadah berjamaah dengan khidmat.
Buya Abdul Salam Pembina Keagamaan menyampaikan bahwa momen seperti ini seringkali menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan siswa tentang rasa syukur atas rahmat Tuhan. Hujan dianggap sebagai berkah yang tidak hanya mendinginkan fisik, tetapi juga menyejukkan hati, terutama saat dilaksanakan bertepatan dengan waktu ibadah berjamaah.
Sholat Dzuhur berjamaah pun berlangsung dengan sangat khusyuk di bawah rintik hujan yang mulai mereda. Setelah doa bersama dipanjatkan, para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan wajah yang lebih segar, siap melanjutkan sisa kegiatan madrasah dengan semangat baru yang lahir dari kesejukan alam Kerinci.



Penulis : Aya
|
78x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...