
KERINCI – Ada pemandangan yang menyejukkan di mushalla MTsN 5 Kerinci sesaat sebelum sholat Dzuhur berjamaah dimulai hari ini. Ratusan siswa bersama majelis guru berkumpul dengan tenang untuk menyantap "hidangan" yang berbeda dari biasanya. Bukan makanan fisik yang tersaji, melainkan santapan rohani bergizi yang disampaikan oleh Buya Renoldi guna menyegarkan kembali semangat spiritual di tengah rutinitas sekolah yang padat.
Dalam mengawali tausiyahnya, Buya Renoldi memberikan perumpamaan yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari mengenai hakikat manusia. Beliau menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari dua unsur yang berbeda, yakni jasmani yang berasal dari tanah dan rohani yang bersifat ilahi. Oleh karena itu, kedua unsur ini memiliki kebutuhan dasar yang sama-sama harus dipenuhi secara seimbang agar manusia dapat hidup dengan tenang dan bahagia.
Buya Renoldi menekankan bahwa jika jasmani merasa lapar, ia akan memberikan sinyal berupa lemas dan sakit, sehingga manusia segera mencari nasi dan air untuk mengatasinya. Namun, seringkali manusia abai ketika rohaninya kelaparan. Padahal, rohani yang lapar akan bermanifestasi dalam bentuk kegelisahan, mudah marah, sulit konsentrasi, hingga hilangnya rasa hormat kepada sesama, yang jika dibiarkan akan merusak karakter seseorang.
"Jika jasmani kita beri makan tiga kali sehari agar kuat beraktivitas, maka rohani juga butuh asupan yang rutin melalui dzikir, sholat, dan majelis ilmu seperti ini," ujar Buya Renoldi di hadapan Seluruh siswa. Beliau mengingatkan bahwa memberi makan jasmani secara berlebihan tanpa memedulikan rohani hanya akan menciptakan sosok yang kuat secara fisik namun rapuh secara mental dan moral, sebuah ketimpangan yang harus dihindari oleh para pelajar.
Lebih dalam, beliau menjelaskan bahwa madrasah adalah tempat terbaik untuk memberikan nutrisi bagi keduanya. Di kelas, siswa mengasah otak untuk keperluan duniawi (jasmani), namun di mushalla, siswa mengasah hati untuk kepentingan ukhrawi (rohani). Keseimbangan inilah yang akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus santun secara perilaku, sebuah visi yang menjadi dambaan setiap orang tua dan guru.
Suasana tausiyah terasa semakin hangat saat Buya Renoldi mengajak para siswa untuk merenung sejenak tentang apa yang mereka "berikan" kepada hati mereka sejak pagi hari. Beliau berpesan agar para siswa tidak hanya sibuk memenuhi keinginan mata dan perut, tetapi juga menyempatkan diri untuk bersujud dan berinteraksi dengan Al-Qur'an. Hal inilah yang disebut sebagai nutrisi terbaik bagi jiwa agar tetap hidup dan bercahaya.
Kepala MTsN 5 Kerinci menyambut baik pesan tersebut, mengingat tantangan zaman sekarang seringkali membuat remaja lebih fokus pada gaya hidup fisik semata. Melalui kehadiran Buya Renoldi, diharapkan para siswa menyadari bahwa menjaga kesehatan mental dan spiritual sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Madrasah pun berkomitmen menjadikan kegiatan jelang Dzuhur ini sebagai ruang rutin untuk memberikan nutrisi batiniah bagi seluruh warganya.
Kegiatan santapan rohani ini diakhiri dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sholat Dzuhur berjamaah sebagai bentuk nyata dari pemenuhan kebutuhan rohani tersebut. Dengan semangat baru, para siswa kembali ke kelas masing-masing dengan kondisi "kenyang" secara spiritual, siap untuk melanjutkan pembelajaran dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih jernih.
Penulis : Aya
|
238x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...