
Kerinci – Keluarga besar MTsN 5 Kerinci menyelenggarakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada hari ini. Acara yang dihadiri oleh ratusan siswa dan guru ini menghadirkan penceramah kondang, Abuya Dr. Ari Zumardin, M.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya merefleksikan kembali perjalanan agung Rasulullah sebagai kompas moral bagi generasi muda di era modern.
Membuka ceramahnya, Abuya Ari menyampaikan bahwa Isra Miraj bukan sekadar peristiwa sejarah perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, peristiwa ini adalah momentum turunnya perintah sholat lima waktu. Beliau menegaskan bahwa sholat adalah fondasi utama bagi seorang muslim, sekaligus syarat mutlak pertama jika ingin mengetuk pintu surga.
Abuya Ari kemudian memberikan analogi yang dekat dengan kehidupan siswa. Beliau menjelaskan bahwa sholat ibarat "kartu ujian" bagi seorang pelajar; tanpa kartu tersebut, seorang siswa tidak diperkenankan ikut ujian, secerdas apa pun mereka. "Jangan harap bisa meraih ridha Allah jika sujud saja masih sering ditinggalkan," tegas Abuya di hadapan para jamaah yang menyimak dengan antusias.
Selain sholat, Abuya Dr. Ari Zumardin menyoroti pentingnya adab kepada orang tua dan guru. Beliau mengingatkan bahwa surga tidak akan pernah mencium baunya orang-orang yang durhaka atau melawan orang tua. Bagi seorang siswa, guru adalah orang tua di sekolah yang keberkahannya sangat menentukan kelancaran ilmu yang diserap. Menghormati mereka bukan sekadar aturan sekolah, melainkan kunci sukses dunia dan akhirat.
Lebih lanjut, Abuya juga memotivasi para siswa untuk menjadi pribadi yang haus akan ilmu melalui semangat rajin belajar dan mengaji. Beliau menyampaikan bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari jihad. Siswa yang tekun membaca Al-Qur'an dan serius dalam pelajaran di kelas sejatinya sedang membangun jembatan menuju masa depan yang cerah sekaligus memenuhi kriteria hamba yang dicintai Allah SWT.
Dalam sesi yang lebih mendalam, Abuya Ari turut mengingatkan tentang siapa saja golongan yang terancam masuk neraka. Beliau menyebutkan bahwa mereka yang sengaja meninggalkan sholat, mereka yang menyakiti hati orang tuanya dengan kata-kata kasar, serta orang-orang yang sombong dengan mengabaikan tuntunan agama adalah penghuni neraka yang sangat merugi. Hal ini menjadi pengingat keras bagi siswa agar lebih berhati-hati dalam bertindak.
Sebagai penutup, beliau memberikan pesan khusus agar para siswa mulai memperbaiki diri dari hal-hal kecil. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari konsistensi menjalankan ibadah harian dan menjaga lisan dari perkataan yang buruk. Beliau berharap peringatan Isra Miraj tahun ini menjadi titik balik bagi seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang lebih religius dan berprestasi.
Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Abuya Abdul Salam Suasana haru menyelimuti lokasi saat para siswa bersalaman dengan guru-guru mereka, sebagai simbol komitmen untuk memperbaiki adab dan menjalankan pesan-pesan yang telah disampaikan. Semoga semangat Isra Miraj ini terus membekas dalam sanubari seluruh warga madrasah



Penulis : Aya
|
99x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...