
KERINCI – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci pada Senin pagi. Seluruh siswa, guru, dan staf pegawai berkumpul dengan seragam lengkap untuk melaksanakan upacara bendera rutin. Udara pagi yang sejuk di Kabupaten Kerinci menambah kekhusyukan para peserta saat sang merah putih mulai dikibarkan oleh petugas upacara.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Renoldi, memberikan arahan yang sangat relevan dengan kondisi psikologis siswa saat ini. Dalam amanatnya, beliau tidak hanya memuji kedisiplinan para petugas upacara, tetapi juga memberikan sorotan tajam pada dinamika pergaulan di usia remaja. Beliau menegaskan bahwa sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu, melainkan bengkel karakter bagi generasi muda.
Fokus utama dalam amanatnya Bapak Renoldi ialah mengenai upaya mengatasi kenakalan remaja yang kian marak di era digital. Beliau menyampaikan bahwa masa remaja adalah fase transisi yang penuh tantangan, di mana pengaruh lingkungan sangat menentukan arah masa depan seorang siswa. Oleh karena itu, kesadaran diri menjadi benteng utama agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif.
Bapak Renoldi menggarisbawahi beberapa bentuk kenakalan remaja yang harus diwaspadai, mulai dari aksi bolos sekolah, perundungan (bullying), hingga pengaruh media sosial yang tidak sehat. Beliau mengingatkan bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya merugikan diri sendiri dan nama baik keluarga, tetapi juga dapat merusak tatanan sosial di lingkungan madrasah.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk lebih selektif dalam memilih lingkaran pertemanan. Menurutnya, teman yang baik adalah mereka yang saling mengajak kepada kebaikan dan prestasi, bukan yang justru menjerumuskan pada perilaku menyimpang. "Pilihlah kawan yang membuatmu ingin menjadi orang sukses, bukan kawan yang membuatmu lupa akan tugas sebagai pelajar," tegasnya di hadapan ratusan siswa.
Selain peran siswa, Bapak Renoldi juga menyapa para tenaga pendidik untuk terus konsisten dalam melakukan pengawasan dan pendekatan persuasif. Beliau berharap guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai orang tua kedua yang mampu mendengarkan keluh kesah siswa, sehingga potensi kenakalan dapat diredam sejak dini melalui komunikasi yang baik.
Upacara ini juga menjadi momentum bagi pihak madrasah untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Dengan bimbingan yang tepat, diharapkan siswa MTsN 5 Kerinci mampu menyalurkan energi mudanya ke dalam kegiatan ekstrakurikuler yang produktif, seperti olahraga, seni, maupun kegiatan keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah.
Menutup amanatnya, Bapak Renoldi berpesan agar para siswa selalu menjaga integritas dan etika dimanapun berada. Upacara bendera kemudian diakhiri dengan doa bersama, memohon perlindungan agar seluruh keluarga besar MTsN 5 Kerinci dijauhkan dari pengaruh buruk.



Penulis: Aya
|
79x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...