
KERINCI, 27/02 Menjelang penghujung tahun pelajaran, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 5 Kerinci mulai mempersiapkan rencana agenda pelepasan siswa kelas IX. Langkah awal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi yang menghadirkan seluruh siswa kelas IX beserta jajaran wali kelas. Pertemuan yang berlangsung khidmat di musholla madrasah ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait konsep dan teknis pelaksanaan acara perpisahan mendatang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Madrasah (Waka) Bidang Kesiswaan Bapak Renoldi yang memberikan arahan strategis terkait kebijakan madrasah dalam menyelenggarakan kegiatan luar sekolah. Dalam sambutannya, Waka Kesiswaan menekankan bahwa acara perpisahan bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan momentum bagi madrasah untuk mengembalikan secara resmi tanggung jawab pendidikan siswa kepada orang tua setelah tiga tahun menimba ilmu.
Waka Kesiswaan juga menyampaikan bahwa setiap rencana yang disusun harus mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat. Pihak madrasah memposisikan diri sebagai fasilitator yang menjembatani keinginan siswa dengan pertimbangan logis dari para orang tua. Hal ini dilakukan agar kegiatan yang terpilih nantinya tidak memberatkan salah satu pihak, namun tetap memberikan kesan mendalam bagi para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Selanjutnya, para wali kelas IX memaparkan beberapa aspirasi yang telah dikumpulkan dari para siswa sebelumnya. Berbagai ide kreatif bermunculan, mulai dari konsep perpisahan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan panggung seni, hingga opsi kunjungan edukasi ke luar daerah. Wali kelas berperan aktif menjelaskan plus dan minus dari setiap opsi agar wali murid memiliki gambaran yang utuh sebelum mengambil keputusan.
Diskusi berlangsung cukup dinamis saat memasuki sesi tanya jawab. Para siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan pendapat, saran, maupun kekhawatiran mereka terkait rencana anggaran dan lokasi kegiatan. Transparansi menjadi poin utama yang ditekankan dalam sesi ini, di mana pihak madrasah berkomitmen untuk mengelola setiap detail persiapan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Aspek keamanan dan keselamatan siswa juga menjadi topik krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Waka Kesiswaan menegaskan bahwa ke mana pun atau bagaimana pun acara dilaksanakan, standar prosedur keselamatan harus menjadi prioritas utama. Hal ini mencakup pemilihan transportasi jika melakukan perjalanan, hingga pengawasan ketat dari panitia selama acara berlangsung guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari hasil musyawarah tersebut, terbentuklah panitia kecil yang terdiri dari perwakilan wali murid dan guru. Panitia ini bertugas untuk melakukan survei lebih lanjut dan merumuskan rincian biaya yang paling efisien. Keputusan akhir mengenai lokasi dan tanggal pelaksanaan akan diumumkan kembali melalui surat resmi setelah seluruh pertimbangan teknis dan administratif terpenuhi.
Menutup rangkaian kegiatan, doa bersama dipanjatkan agar seluruh rencana yang telah disusun dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh elemen madrasah, diharapkan acara perpisahan kelas IX tahun ini dapat menjadi kenangan indah yang membekas di hati para siswa serta memotivasi mereka untuk terus meraih prestasi di masa depan.
Penulis: Aya
|
76x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...