
KERINCI – Suasana di ruang guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci tampak berbeda dari biasanya. Memasuki pertengahan semester genap tahun 2026 ini, para wali kelas terlihat sangat sibuk dengan tumpukan buku rapor cokelat di meja mereka. Alih-alih hanya menatap layar komputer, para guru ini justru berjibaku dengan pena dan penggaris untuk mengisi nilai hasil Ujian Tengah Semester (UTS) para siswa secara manual.

Pengerjaan rapor ini memang memerlukan konsentrasi tingkat tinggi. Setiap wali kelas harus memastikan bahwa setiap angka yang tertulis di atas kertas tidak boleh salah, karena sistem manual tidak mengenal tombol "delete" atau "undo" seperti di perangkat digital. Ketelitian menjadi kunci utama agar lembaran rapor tetap bersih tanpa coretan atau penggunaan cairan pengoreksi.

Proses dimulai dengan merekap nilai dari buku absen dan buku nilai harian masing-masing guru mata pelajaran. Satu per satu nilai tugas, kuis, dan hasil ujian tulis dipindahkan ke dalam lembar draf sebelum akhirnya disalin ke buku rapor asli. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko kesalahan tulis yang dapat berakibat fatal pada dokumen resmi siswa.
Tak jarang, para wali kelas di MTsN 5 Kerinci harus lembur hingga sore hari di madrasah. Mereka saling membantu dalam memverifikasi data nilai agar tidak ada siswa yang terlewat atau tertukar nilainya. Suara gesekan pena di atas kertas dan diskusi kecil antar guru menjadi latar belakang kesibukan yang terasa begitu hangat namun penuh tanggung jawab.
Selain angka-angka akademik, bagian yang paling menyita waktu adalah pengisian kolom catatan wali kelas. Di bagian ini, para guru harus menuliskan kalimat motivasi dan evaluasi kepribadian secara tulisan tangan. Sentuhan personal ini dianggap sangat penting karena menunjukkan perhatian tulus guru terhadap perkembangan karakter setiap anak didiknya secara spesifik.
Wali kelas juga harus teliti dalam menghitung absensi siswa secara manual dari buku jurnal kelas. Menghitung jumlah sakit, izin, maupun alpa selama setengah semester membutuhkan kecermatan agar laporan kehadiran yang diterima orang tua benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kepala MTsN 5 Kerinci memberikan apresiasi tinggi terhadap kesabaran para wali kelas dalam menyusun rapor manual ini. Menurut beliau, pengerjaan secara manual melatih kesabaran dan kedekatan emosional guru terhadap data perkembangan siswanya, sehingga guru benar-benar memahami capaian setiap individu di kelasnya.
Bagi para guru, setiap goresan tinta di atas rapor adalah bentuk doa dan harapan. Mereka berharap nilai yang tertera dapat menjadi cermin bagi siswa untuk terus memperbaiki diri. Pengisian manual ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud dedikasi dalam mendokumentasikan perjalanan pendidikan para putra-putri Kerinci.
Orang tua siswa pun sangat menantikan hasil rapor ini sebagai bahan evaluasi di rumah. Meskipun diproses secara manual, standar kualitas dan transparansi nilai tetap dijaga ketat oleh pihak madrasah. Rapor manual ini tetap menjadi dokumen otentik yang sangat berharga bagi masa depan akademik siswa MTsN 5 Kerinci.
Rencananya, rapor UTS ini akan dibagikan dalam waktu dekat. Dengan rampungnya pengisian Raport ini, diharapkan sinergi antara guru dan orang tua semakin kuat demi kemajuan pendidikan di lingkungan MTsN 5 Kerinci yang lebih gemilang.
Penulis: Aya
|
58x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...