
Kerinci, Waka Kurikulum Buya Harpuddin, menyampaikan ceramah agama singkat berdurasi sekitar tujuh menit yang mengangkat kisah inspiratif Uwais Al-Qarni pada zaman Rasulullah SAW. Ceramah tersebut disampaikan di hadapan seluruh siswa, guru dan staf yang antusias mendengarkan. Dalam penyampaiannya yang ringkas namun berbobot, Buya Harpuddin berhasil menggambarkan sosok Uwais sebagai teladan umat Muslim dalam berbakti kepada orang tua dan keikhlasan dalam beribadah.
Buya Harpuddin memulai ceramahnya dengan memperkenalkan sosok Uwais Al-Qarni, seorang pemuda miskin dari Yaman yang hidup pada masa Rasulullah namun tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Meskipun demikian, kecintaan Uwais kepada Rasulullah sangat besar. Fokus utama ceramah kemudian beralih pada bakti Uwais kepada ibundanya yang lumpuh. Buya Harpuddin menekankan bagaimana Uwais merawat ibunya dengan penuh kasih sayang dan pengorbanan, bahkan menggendong ibunya untuk melaksanakan ibadah haji meskipun dengan kondisi yang serba terbatas.
Lebih lanjut, Buya Harpuddin menyoroti keistimewaan Uwais di mata Rasulullah. Meskipun tidak pernah bertemu, Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya, Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, untuk mencari dan meminta doa kepada Uwais setelah wafatnya beliau. Hal ini menunjukkan betapa tinggi derajat Uwais di sisi Allah SWT karena ketaatannya kepada ibunda. Buya Harpuddin menjelaskan bahwa kisah Uwais adalah pelajaran berharga tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, yang merupakan salah satu amalan utama dalam Islam.
Dalam ceramahnya yang singkat, Buya Harpuddin juga menyinggung tentang keikhlasan Uwais dalam beribadah. Meskipun memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah, Uwais tidak pernah mengharapkan pujian atau pengakuan dari manusia. Ia melakukan segala amalnya semata-mata karena Allah SWT. Buya Harpuddin mengajak para jamaah untuk meneladani sifat-sifat mulia Uwais, terutama dalam berbakti kepada orang tua dan menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatan.
Ceramah Buya Harpuddin tentang kisah Uwais Al-Qarni ini memberikan inspirasi dan mengingatkan para pendengar akan pentingnya nilai-nilai luhur dalam Islam. Meskipun singkat, ceramah tersebut berhasil menyampaikan pesan yang mendalam tentang bakti kepada orang tua dan keutamaan ikhlas dalam beramal, menjadikan kisah Uwais sebagai contoh nyata bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (Aya)
|
416x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...