
KERINCI – [13/01] Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci terus berinovasi dalam menerapkan pola pembinaan karakter bagi para siswanya. Dalam upaya mendisiplinkan siswa yang melanggar aturan sekolah, pihak madrasah memilih pendekatan edukatif yang menyentuh aspek spiritual dan sosial. Langkah ini diambil agar sanksi yang diberikan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga nilai tambah bagi kepribadian siswa.
Baru-baru ini, sejumlah siswa yang terkena sanksi disiplin diarahkan untuk melakukan aksi gotong royong membersihkan Mushola madrasah. Alih-alih menjalani hukuman yang bersifat kaku, para siswa ini justru diajak untuk berkontribusi nyata dalam menjaga kebersihan rumah ibadah. Kegiatan ini dilakukan di bawah pengawasan ketat guru bimbingan konseling, Waka kesiswaan dan Pembina keagamaan.
Kegiatan bersih-bersih ini mencakup berbagai sudut mushola, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan debu di tikar dan sajadah, serta membersihkan debu di jendela. Fokus utama dari aksi ini adalah menciptakan lingkungan ibadah yang suci dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. Melalui aktivitas fisik ini, siswa diajak untuk lebih peduli terhadap fasilitas yang mereka gunakan setiap hari.
Pihak madrasah menegaskan bahwa sanksi berupa gotong royong ini merupakan bentuk penerapan "Disiplin Positif". Dengan mendekatkan siswa pada tempat ibadah, diharapkan muncul rasa penyesalan yang tulus serta keinginan untuk memperbaiki diri. Lingkungan mushola yang bersih dipercaya mampu memberikan ketenangan batin yang mendukung proses refleksi diri bagi para siswa tersebut.
Dampak dari kegiatan ini pun langsung dirasakan oleh seluruh warga MTsN 5 Kerinci. Mushola yang kini tampak lebih rapi dan harum membuat suasana salat berjamaah menjadi jauh lebih khusyuk. Peningkatan kualitas sarana ibadah ini menjadi bukti bahwa sanksi yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan manfaat yang luas bagi orang banyak, bukan sekadar hukuman bagi individu.
Para guru pengawas mencatat adanya perubahan sikap pada siswa yang menjalani pembinaan ini. Mereka terlihat lebih menghargai kebersihan dan mulai memahami bahwa menjaga rumah Allah adalah sebuah kemuliaan, bukan beban. Hal ini selaras dengan misi madrasah untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan jiwa pengabdian.
Kepala Madrasah Dafri Hayani, S.Pd., M.Pd berharap agar metode pembinaan seperti ini dapat terus konsisten dilaksanakan. Dengan mengalihkan energi negatif pelanggaran menjadi energi positif gotong royong, siswa diharapkan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. Pendidikan karakter di lingkungan madrasah memang seharusnya berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, aksi nyata ini menjadi pengingat bagi seluruh siswa lainnya bahwa disiplin adalah kunci keberhasilan. Dengan mushola yang bersih dan terjaga, semangat beribadah di MTsN 5 Kerinci diharapkan semakin meningkat. Program ini membuktikan bahwa edukasi disiplin dapat dilakukan dengan cara yang santun, bermanfaat, dan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman yang luhur.



Penulis: Aya
|
99x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...