
KERINCI – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai wadah persemaian nilai-nilai spiritual. Salah satu sosok yang menjadi perbincangan hangat dan teladan bagi warga madrasah adalah Bapak Fakhrizal, seorang pendidik yang menunjukkan bahwa kesibukan duniawi tidak seharusnya mengikis kedekatan dengan Sang Pencipta.
Di tengah deru aktivitas belajar mengajar yang padat, Bapak Fakhrizal kerap terlihat memanfaatkan waktu luangnya dengan aktivitas yang menyejukkan hati. Bukannya sekadar beristirahat atau bersantai di ruang guru, beliau justru memilih untuk membuka mushaf Al-Qur'an dan melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh kekhusyukan.
Pemandangan ini menjadi pemandangan rutin di sela-sela pergantian jam pelajaran atau saat jam istirahat tiba. Suara lantunan ayat suci yang keluar dari lisan beliau menciptakan atmosfer ketenangan di lingkungan sekolah, memberikan dampak psikologis positif tidak hanya bagi rekan sejawat, tetapi juga bagi para siswa yang melintas.
Bagi Bapak Fakhrizal, menjadi guru bukan hanya soal mentransfer ilmu pengetahuan di depan kelas (transfer of knowledge), melainkan juga menjadi teladan dalam karakter (transfer of value). Beliau meyakini bahwa seorang guru adalah cermin bagi murid-muridnya, baik dalam aspek intelektual maupun spiritual.
Dedikasi beliau dalam menjaga tilawah di sekolah merupakan pengingat nyata bagi seluruh warga MTsN 5 Kerinci. Di era yang serba cepat ini, seringkali manusia terjebak dalam tumpukan tugas administratif dan beban mengajar hingga melupakan nutrisi untuk rohani.
“Sebuah pengingat bagi kita semua bahwa sesibuk apa pun urusan dunia, akhirat tetap harus memiliki tempat utama di hati kita,” ungkap salah satu rekan sejawat yang terinspirasi oleh konsistensi Bapak Fakhrizal dalam bertadarus.
Kepedulian beliau terhadap keseimbangan hidup ini selaras dengan semangat semboyan Kemenag Berdampak, di mana insan kementerian agama diharapkan mampu memberikan pengaruh positif melalui tindakan nyata yang religius dan humanis di lingkungan kerja masing-masing.
Aktivitas sederhana namun bermakna ini diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk mulai membiasakan diri berinteraksi dengan Al-Qur'an di mana saja. Beliau membuktikan bahwa ruang guru atau pojok madrasah pun bisa menjadi tempat yang mulia jika diisi dengan zikir dan doa.
Doa dan harapan baik pun mengalir untuk beliau dari berbagai pihak. Banyak yang mendoakan agar rutinitas ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, serta menjadi wasilah keberkahan bagi keluarga besar MTsN 5 Kerinci secara keseluruhan.
"Sehat selalu, Pak Fakhrizal. Semoga semangat istikamah ini menular kepada kami semua," pungkas narasi yang berkembang di lingkungan madrasah. Sosoknya kini berdiri bukan hanya sebagai pengajar matematika atau bahasa, melainkan sebagai guru kehidupan yang mengajarkan arti sebuah prioritas.
Penulis: Aya
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...