
KERINCI – Suasana religius menyelimuti lingkungan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci setiap harinya saat jarum jam menunjukkan waktu Dzuhur. Seluruh aktivitas belajar mengajar dihentikan sejenak untuk memberikan ruang bagi para siswa dan guru melaksanakan kewajiban ibadah secara berjamaah. Kegiatan ini telah menjadi ruh bagi madrasah dalam membentuk karakter disiplin dan spiritualitas peserta didik sejak dini.
Sesaat setelah Bel Istirahat Berbunyi, ratusan siswa tampak keluar dari ruang kelas dengan langkah yang teratur. Tanpa perlu instruksi keras dari para guru, mereka langsung menuju area tempat wudhu yang terletak di sisi gedung madrasah. Kesadaran untuk menjalankan ibadah nampak telah mendarah daging, menciptakan suasana yang tenang meski diikuti oleh banyak orang.

Pemandangan menarik terlihat di area tempat wudhu, di mana para siswa dan siswi mengantri dengan sangat tertib. Tidak ada aksi saling serobot atau kegaduhan yang mengganggu kekhusyukan. Mereka nampak sabar menunggu giliran, sembari sesekali merapikan pakaian agar tetap bersih dan sesuai dengan syariat sebelum menghadap Sang Pencipta.
Setelah selesai berwudhu, para siswa segera menuju musholah madrasah yang sudah dipersiapkan. Di dalam ruangan yang sejuk tersebut, mereka langsung mengambil posisi dan duduk rapi membentuk barisan shaf yang lurus. Kerapian duduk ini mencerminkan tingkat kedisiplinan yang tinggi yang terus dipupuk oleh pihak sekolah sebagai bagian dari pendidikan akhlak.
Sambil menunggu pelaksanaan sholat dimulai, suasana di dalam musholah tetap terjaga keheningannya. Tidak ada siswa yang bercanda atau mengobrol secara berlebihan. Fokus utama mereka adalah mempersiapkan hati dan pikiran untuk memasuki ibadah inti, sebuah pemandangan yang memberikan kesejukan bagi siapa pun yang melihatnya.

Sebelum iqamah dikumandangkan, kegiatan rutin diisi dengan penyampaian kultum atau ceramah singkat. Pada kesempatan kali ini, Buya Samsul Rahman hadir di hadapan para siswa untuk memberikan suntikan rohani. Beliau berdiri di mimbar dengan tatapan teduh, menyapa seluruh jamaah yang telah duduk dengan rapi dan antusias mendengarkan.
Dalam ceramahnya, Buya Samsul Rahman menekankan pentingnya menjaga adab dalam menuntut ilmu dan beribadah. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah SWT. Pesan-pesan yang disampaikan dengan bahasa yang ringan namun mendalam ini tampak disimak dengan saksama oleh seluruh siswa.
Lebih lanjut, Buya Samsul juga mengingatkan bahwa momen sholat berjamaah adalah sarana melatih persatuan dan kebersamaan di antara sesama warga madrasah. Dengan berdiri sejajar tanpa membedakan latar belakang, siswa diajarkan nilai kesetaraan di mata Tuhan. Hal ini dianggap penting untuk membangun rasa persaudaraan yang kuat di lingkungan MTsN 5 Kerinci.

Antusiasme siswa terlihat dari wajah-wajah mereka yang tenang dan sesekali mengangguk tanda memahami pesan ceramah. Kegiatan pra-sholat ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan telah bertransformasi menjadi laboratorium karakter bagi para remaja yang sedang mencari jati diri. Kehadiran sosok ulama seperti Buya Samsul menambah bobot spiritualitas dalam rutinitas harian mereka.
Setelah ceramah berakhir, seluruh jamaah bangkit untuk melaksanakan sholat Dzuhur secara berjamaah dengan khidmat. Kegiatan rutin ini diharapkan terus konsisten dijalankan guna mencetak generasi muda dari Kerinci yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kokoh dan berakhlakul karimah.
Penulis: Aya
|
402x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...