
KERINCI – Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Kerinci. Di tangan-tangan kreatif mereka, tumpukan stik es krim yang biasanya berakhir di tempat sampah, berhasil disulap menjadi produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi. Melalui mata pelajaran terkait, para siswa sukses merakit bahan sederhana tersebut menjadi miniatur rumah adat Nusantara yang sangat memukau.

Berbagai jenis rumah adat berhasil direplikasi dengan sangat detail oleh para siswa. Mulai dari keelokan Rumah Gadang dengan atap bagonjongnya yang khas, kemegahan Rumah Joglo, hingga keunikan Rumah Adat Papua (Honai). Tidak ketinggalan, beberapa kelompok juga mencoba mengangkat kearifan lokal dengan membuat miniatur Rumah Tradisional Kerinci (Larik), lengkap dengan sentuhan ornamen yang menyerupai aslinya.
Guru pembimbing mata pelajaran Prakarya Ibu Hj.Hamidah, S.Ag menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah keterampilan motorik sekaligus merangsang daya inovasi siswa. Mengubah bahan bekas menjadi karya seni menuntut siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, mulai dari menentukan skala ukuran hingga memastikan keseimbangan bangunan agar miniatur dapat berdiri dengan kokoh.
"Kami ingin menanamkan jiwa kewirausahaan (Entrepreneurship) sejak dini kepada anak-anak. Melalui praktik ini, mereka belajar bahwa barang yang dianggap murah dan tidak berharga pun, jika disentuh dengan kreativitas dan ketekunan, bisa berubah menjadi produk estetis yang bernilai jual," ujar guru pembimbing di sela-sela memantau kesibukan siswa.
Selain mengasah kreativitas, proyek pembuatan miniatur ini juga menjadi sarana efektif untuk mengenalkan kekayaan budaya bangsa. Proses riset yang dilakukan siswa sebelum membangun miniatur secara tidak langsung membuat mereka belajar tentang sejarah, filosofi, dan karakteristik arsitektur rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala MTsN 5 Kerinci memberikan apresiasi yang luar biasa saat meninjau langsung hasil karya para siswa tersebut. Beliau mengaku bangga melihat hasil pajangan rumah adat yang terlihat rapi dan estetik. Pihak madrasah pun berencana untuk memamerkan karya-karya terbaik siswa ini pada momen perayaan hari besar atau ajang pameran seni madrasah mendatang agar bisa dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.
Dengan lahirnya karya-karya inovatif seperti ini, MTsN 5 Kerinci membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik dan spiritual, tetapi juga wadah yang subur bagi pengembangan bakat, minat, dan kreativitas siswanya. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi seluruh siswa untuk berani berkarya dan berinovasi memanfaatkan lingkungan sekitar.
Penulis : Aya
|
185x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...